Minggu, 09 Juni 2013

Analisis video tawuran siswa dan anak jalanan yang ngelem

Diposkan oleh yani haryani di 01.08
Reaksi: 



video

Cerminan seorang pelajar yang tawuran
Tawuran antar pelajar merupakan fenomena sosial yang sudah dianggap biasa oleh kalangan masyarakat di Indonesia. Bahkan adapula sebuah pendapat yang menganggap bahwa tawuran merupakan salah satu kegiatan rutin dari pelajar yang menginjak usia remaja. Tawuran menjadi suatu kebiasaan dikalangan anak sekolah, tanpa melihat dirinya masih berstatus pelajar dan masih memakai seragam sekolah. Itu bisa disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya: Fakor keluarga, rumah tangga yang dipenuhi kekerasan. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya individu pelajar saja yang menjadi korban kekerasan namun kekerasan yang terjadi pada anggota keluarganya, dapat mempengaruhi psikis individu. Hal ini akan menyebabkan trauma karena menganggap kekerasan adalah hal yang wajar. Faktor sekolah, lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya. Faktor lingkungan, lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian. Tayangan-tayangan di televisi, baik film ataupun liputan berita yang sengaja menampilkan tema-tema kekerasan dapat mempengaruhi psikis remaja.


video

Anak jalanan yang ngelem
Ngelem, atau mengisap lem menjadi trend terbaru dikalangan remaja sekarang hanya sekedar untuk sensasi tanpa arti dan tujuan yang jelas. Lem menjadi alternatif penganti sabu-sabu, ekstasi, heroin, ganja yang harganya relaitif mahal dan tidak terjangkau anak-anak remaja seusia SD, SMP dan SMA yang masih bergantung kepada orangtuanya dalam hal biaya. Anak-anak jalanan pasti mengenal istilah ngelem, yakni menghirup uap lem hingga mabuk. Efeknya hampir mirip dengan jenis narkoba yang lain yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya. Karena keasyikan ngelem ini kadang-kadang tidak merasa lapar meski sudah jamnya makan.
Faktor-faktor yang mendasari anak jalanan atau anak-anak umumnya melakukan kebiasaan ngelem ini, antara lain: Ngelem menjadi sarana pelarian terhadap adanya ganguan karakter pada diri anak. Secara fisik, ngelem memungkinkan untuk menghilangkan rasa lapar, kelelahan dan juga rasa sakit terhadap penyakit yang dideritanya. Ngelem juga merupakan perwujudan dari sifat-sifat penyimpangan dari norma-norma sosial yang ada. Kurangnya perhatian, bimbingan serta arahan dari orangtua, lingkungan dan lembaga-lembaga yang berkompeten terhadap anak yang ngelem.
Dalam praktek persekolahan, pada umunya mengajarkan nilai-nilai baik, terutama IPS, tetapi kedua masalah diatas membuktikan bahwa lemahnya pendidikan karakter dan sistem yang berlaku, baik dilingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat serta perhatian serius pihak-pihak yang berkompeten. Ini bertolak belakang dengan arti pentingnya mempelajari IPS adalah untuk “Memanusiakan manusia, terutama dalam upaya mengembangkan pribadi peserta  didik” (Prof. Dr. Hamid Hasan, M.A).
Pendidikan sebagai suatu proses belajar memang tidak cukup dengan sekedar mengejar masalah kecerdasannya saja. Potensi peserta didik  juga harus mendapatkan perhatian agar berkembang secara optimal. Karena itulah juga perlu mendapatkan konsep yang dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom, diantaranya ada 3 ranah, ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain peserta didik harus mempnyai kemampuan dalam berpikir, menegetahui dan memecahkan masalah, atau mempunyai keterampilan, peserta didik juga harus mempunyai sikap, minat, emosi, serta nilai hidup.
Solusi mengatasi masalah perkelahian atau tawuran pelajar, diantranya bisa dimulai dari sekolah itu sendiri seperti: membuat peraturan sekolah yang tegas, memberikan pendidikan anti tawuran, Mengadakan Program Ekstrakurikuler yang melibatkan berbagai sekolah, upaya damai semua pihak yang terlibat tawuran, juga peran aktif  pemerintah.
Adapun untuk mengatasi masalah anak jalanan yang ngelem diantaranya harus memperbesar peran orangtua karena masa keemasan (usia dini) adalah masa yang efektif dalam pembentukan karakter seseorang, peran lembaga pendidikan, peran lingkungan sosial, peran pemerintah atau pihak berwenang, sebagai aparat penegak hukum, tentu ada kewajiban melakukan pembinaan atau penyuluhan terhadap anak-anak yang ngelem atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, dan tentunya dengan bekerjasama dengan masyarakat atau pihak-pihak lain yang berkompeten.

0 komentar:

Poskan Komentar

Minggu, 09 Juni 2013

Analisis video tawuran siswa dan anak jalanan yang ngelem

Diposkan oleh yani haryani di 01.08



video

Cerminan seorang pelajar yang tawuran
Tawuran antar pelajar merupakan fenomena sosial yang sudah dianggap biasa oleh kalangan masyarakat di Indonesia. Bahkan adapula sebuah pendapat yang menganggap bahwa tawuran merupakan salah satu kegiatan rutin dari pelajar yang menginjak usia remaja. Tawuran menjadi suatu kebiasaan dikalangan anak sekolah, tanpa melihat dirinya masih berstatus pelajar dan masih memakai seragam sekolah. Itu bisa disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya: Fakor keluarga, rumah tangga yang dipenuhi kekerasan. Kekerasan yang dimaksud bukan hanya individu pelajar saja yang menjadi korban kekerasan namun kekerasan yang terjadi pada anggota keluarganya, dapat mempengaruhi psikis individu. Hal ini akan menyebabkan trauma karena menganggap kekerasan adalah hal yang wajar. Faktor sekolah, lingkungan sekolah yang tidak merangsang siswanya untuk belajar akan menyebabkan siswa lebih senang melakukan kegiatan di luar sekolah bersama teman-temannya. Faktor lingkungan, lingkungan di antara rumah dan sekolah yang sehari-hari remaja alami, juga membawa dampak terhadap munculnya perkelahian. Tayangan-tayangan di televisi, baik film ataupun liputan berita yang sengaja menampilkan tema-tema kekerasan dapat mempengaruhi psikis remaja.


video

Anak jalanan yang ngelem
Ngelem, atau mengisap lem menjadi trend terbaru dikalangan remaja sekarang hanya sekedar untuk sensasi tanpa arti dan tujuan yang jelas. Lem menjadi alternatif penganti sabu-sabu, ekstasi, heroin, ganja yang harganya relaitif mahal dan tidak terjangkau anak-anak remaja seusia SD, SMP dan SMA yang masih bergantung kepada orangtuanya dalam hal biaya. Anak-anak jalanan pasti mengenal istilah ngelem, yakni menghirup uap lem hingga mabuk. Efeknya hampir mirip dengan jenis narkoba yang lain yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya. Karena keasyikan ngelem ini kadang-kadang tidak merasa lapar meski sudah jamnya makan.
Faktor-faktor yang mendasari anak jalanan atau anak-anak umumnya melakukan kebiasaan ngelem ini, antara lain: Ngelem menjadi sarana pelarian terhadap adanya ganguan karakter pada diri anak. Secara fisik, ngelem memungkinkan untuk menghilangkan rasa lapar, kelelahan dan juga rasa sakit terhadap penyakit yang dideritanya. Ngelem juga merupakan perwujudan dari sifat-sifat penyimpangan dari norma-norma sosial yang ada. Kurangnya perhatian, bimbingan serta arahan dari orangtua, lingkungan dan lembaga-lembaga yang berkompeten terhadap anak yang ngelem.
Dalam praktek persekolahan, pada umunya mengajarkan nilai-nilai baik, terutama IPS, tetapi kedua masalah diatas membuktikan bahwa lemahnya pendidikan karakter dan sistem yang berlaku, baik dilingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat serta perhatian serius pihak-pihak yang berkompeten. Ini bertolak belakang dengan arti pentingnya mempelajari IPS adalah untuk “Memanusiakan manusia, terutama dalam upaya mengembangkan pribadi peserta  didik” (Prof. Dr. Hamid Hasan, M.A).
Pendidikan sebagai suatu proses belajar memang tidak cukup dengan sekedar mengejar masalah kecerdasannya saja. Potensi peserta didik  juga harus mendapatkan perhatian agar berkembang secara optimal. Karena itulah juga perlu mendapatkan konsep yang dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom, diantaranya ada 3 ranah, ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain peserta didik harus mempnyai kemampuan dalam berpikir, menegetahui dan memecahkan masalah, atau mempunyai keterampilan, peserta didik juga harus mempunyai sikap, minat, emosi, serta nilai hidup.
Solusi mengatasi masalah perkelahian atau tawuran pelajar, diantranya bisa dimulai dari sekolah itu sendiri seperti: membuat peraturan sekolah yang tegas, memberikan pendidikan anti tawuran, Mengadakan Program Ekstrakurikuler yang melibatkan berbagai sekolah, upaya damai semua pihak yang terlibat tawuran, juga peran aktif  pemerintah.
Adapun untuk mengatasi masalah anak jalanan yang ngelem diantaranya harus memperbesar peran orangtua karena masa keemasan (usia dini) adalah masa yang efektif dalam pembentukan karakter seseorang, peran lembaga pendidikan, peran lingkungan sosial, peran pemerintah atau pihak berwenang, sebagai aparat penegak hukum, tentu ada kewajiban melakukan pembinaan atau penyuluhan terhadap anak-anak yang ngelem atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma hukum, dan tentunya dengan bekerjasama dengan masyarakat atau pihak-pihak lain yang berkompeten.

0 komentar on "Analisis video tawuran siswa dan anak jalanan yang ngelem"

Poskan Komentar

 

catatan Aku Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea